Kamis, 13 Desember 2007

PERJALANAN MENTOR SEUMUR JAGUNG

12 Desember 2007

Saat mentari mulai lelah dan ingin beristirahat sejenak

untuk kembali di keesokan harinya mengantar kenikmatan

dari Rabb-nya melalui sinaran cerah yang menghangatkan hati...

Di sore yang mulai gelap, ana melangkahkan kaki menyusuri terminal kebanggaan penduduk Blok M. Huh...akhirnya hari ini ana mesti bertemu dengan profil2 yang amat ana rindukan. Sekitar dua bulan berpisah rasanya cukup untuk menggurat sebentuk rindu dalam memori. Apakah mereka masih mau bertemu dengan ana?? Apalagi dalam forum yang sama sekali amat berbeda. Sebuah majelis yang bagi kebanyakan orang amat menjemukan, banyak tuntutan dan sebagainya. Ya Allah, kuatkan hati hamba-Mu, Ya Allah bukakan hati mereka untuk bisa sekedar hadir dan mendengar??

Hmmm..adik2 ana, bagaimana kabar kalian disana?? Apakah baik?? Apakah keimanan kalian berada dalam kondisi yazidu?? InsyaAllah, InsyaAllah. Kita saling mendo’akan, ya!

Hmm..Sepertinya butuh sekitar satu setengah jam untuk bisa mencapai tempat janjian kami. Astaghfirullah, kok ana mengeluh bukankah jika dalam jalan Allah, setiap jejakan langkah akan Allah hitung dengan amal, setiap tetesan keringan akan Allah balas dengan reward di syurga nanti. Ya Allah jaga hatiku untuk untuk terus menyertakan-Mu dalam semua amalku. Jangan lepaskan walau sekejap, Ya Allah.

Akhirnya dengan menumpang PPD-300 ana melewati satu fase. Upps, tapi ana belum pernah ke Pusdiklat Bea Cukai, bagaimana ana bisa lokasi masjid pusdiklat (tempat ketemuan dengan adik2-red). Tenang, Allah akan memudahkan!!! Bisik hatiku.

Ternyata benar Allah memudahkan.

Akhirnya ana sampai dan subhanallah sekali tepat ketika akan melangkahkan kaki ke lokasi pertemuan terdengar panggilan menuju kemenangan dari Rabb Semesta Alam. Alhamdulillah Ya Allah, ana bisa diberikan kesempatan mencicipi keutamaan sholat berjama’ah.

Dan subhanallah, lagi ana menemukan keluarbiasaan dalam perjalanan indah ini. Kebetulan kultum yang dibawakan oleh sang Imam ketika selesai sholat membahas tentang”

KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMA’AH

Saat itu Sang Imam memulai kisahnya dengan menceritakan tentang seorang sahabat yang tidak pernah sekalipun meninggalkan sholat berjama’ah karena begitu mengetahui keutamaannya, melainkan hanya dalam satu kesempatan saja, yaitu ketika beliau sibuk mengurus jenazah ibundanya yang baru saja menghadap Rabb Penciptanya. Dan luar biasanya, itupun hanya melewatkan takbirnya saja. MasyaAllah, kemudian dengan amat menyesali ketertinggalan itu lalu ia mengulangi sholat tersebut secara munfarid selama 25 kali beturut2 untuk mengejar keutamaan yang hilang tersebut. Merasa cukup kemudian di dalam mimpinya, beliau didatangi dan dikatakan kepadanya ”Baik kau telah mengganti keutamaan pahala sholat berjama’ah yang kau tinggalkan tapi apakah kau bisa mengganti aminnya para malaikat yang didengungkan berbarengan dengan para jama’ah ketika mereka mengaminkan Al-Fatihah ynag dibacakan imam.”

Subhanallah, amat banyak keutamaan sholat berjmaa’ah. Bertaburan bagai mutiara dan bercahaya bagai intan.

Pertama, dari segi keutamaan pahala yang diberikan Allah. Sholat berjam’ah sirr (Zuhur dan Ashar) diberikan keutamaan sebanyak 25 derajat sedangkan sholat berjama’ah jahr (Maghrib, Isya dan Shubuh) malah dilebihkan lagi oleh Allah, mengingat beratnya ujian untuk menunaikannya, yakni sejumlah 27 derajat lebih utama dibanding sholat munfarid.

Selain itu Kedua, jika amin-nya para malaikat berbarengan dengan amin-nya imam dan para jama’ah maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu dari jama’ah tersebut. Keutamaan ini tentu tidak bisa dicari lewat sholat munfarid bukan.

Subhanallah, lantas layakkah kita melalikan keutamaan berjama’ah ini?????

Bersambung................

Tidak ada komentar: